KERAJAAN-KERAJAAN KOMPENI VOC YANG DIMAKI DAN DI PUJI

  Jadi VOC itu berada di sekitar wilayah Hindia timur dan menjadi wilayah terpenting di asia. menurut seseorang yang bernama Femme Gaastra seluruh kantor VOC di asia dan tanjung harapan tunduk pada gubernur jenderal VOC di Batavia.

   Cengkeraman kekuasaan VOC dimulai dengan cara perlahan-lahan dan di awali oleh perdagangan. “Biasanya mereka datang untuk berdagang saja. Namun seringkali mereka diundang terlibat membela salah satu pihak di dalam konflik-konflik perebutan kekuasaan di wilayah kerajaan dan dari situ mereka mendapatkan konsesi wilayah untuk berdagang."

   Sultan Ageng Tirtayasa yang berasal dari daerah Banten bersama dengan Sultan Haji adalah meraka yang mencontohkan terbaik sebagaimana mereka VOC itu bisa berhasil memanfaatkan konflik-konflik ayahnya dan anak-anaknya itu. Di daerah Banten itu sangat lambat laun yang melemahkan seiring meluaskannya yang mempengaruh VOC di tubuh keluarga kesultanan.

    Kesultanan Buton, dari catatan Syekh Haji Abdul Ganiu, seorang ulama terkemuka dari Buton yang hidup pada abad ke-18, Masyarakat Buton-Muna berharap bahwa persekutuan yang mengikat antara Kesultanan Buton dengan VOC..
“Wahai Sultan yang memegang kekuasaan, teguhkanlah perjanjian dengan Belanda. Karena apabila perjanjian dengan perjanjian di Belanda itu lemah, maka akan berwujud dua perkara, yang pertama, kita akan dikena sumpah, dan kedua, esok mengubah dolango tertumbuk perjanjian dengan Bone, sekejap mata saja esok kita tenggelam,”
Kongsi dagang para perompak
   Menurut sejarawan yang bernama Sri Margana, setiap awak kapal VOC yang hendak berlayar menuju ke kepulauan Nusantara berarti mereka sudah siap mati dalam perjalanan.

   Dan ada juga menurut  doktor alumnus Universitas Leiden itu pada setiap kapal VOC selalu ada empat profesi yang turutserta berlayar. Mereka adalah para saudagar (koopman), tentara bayaran, para pendeta dan kelompok terakhir terdiri dari pembuat peta, dokter serta ilmuwan.

   Menurut seseorang yang bernama Sri Margana tak semua pegawai VOC yang dikirim ke Hindia Belanda berwatak baik dan orang yang bekerja di daerah VOC itu adalah yang pengangguran, penjahat dan punya reputasi yang buruk.

   Pieter de la Court adalah seorang usahawan yang berasal  dari Leiden yang hidup pada abad ke-15. dalam buku petunjuk tentang dasar-dasar dan dalil-dalil politik yang bermanfaat dari Republik Holland dan Friesland.
Menulis kata-kata kalau VOC itu mengirimkan orang-orang yang tidak baik seperti “orang yang lalai, malas, boros dan jahat berlayar menuju ke Kepulauan Hindia.”
Padahal katanya mengirimkan orang-orang yang sangat hebat seperti,“orang-orang Belanda yang berbakat, hemat, rajin dapat menjadi kolonis yang terbaik di dunia.” Pieter sangat mengherankan lagi kalau ada orang Belanda cerdas, hemat dan rajin.


http://historia.id/kuno/ketika-kompeni-voc-dimaki-dan-dipuji?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal-usul Kp. Pasir jati

Lapoaran hasil observasi museum geologi bandung