Asal-usul Kp. Pasir jati
Asal-usul Kp. Pasir jati
Nama tempat : Kp. Pasir Jati RT01 RW 12
Nama kegiatan : Mencari sejarah Kp. Pasair Jati
Tujuan :
Untuk mengetahui sejarah Kp. Pasir Jati
Hari/ Tanggal : Minggu, 27 Agustus 2017
Waktu :
Pukul 13. 10 WIB
Kp. Pasir Jati RT01/RW12,
Desa Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Asal mula keadaan
tempat ini sejuk, terhampar sawah, dan banyak pohon jati di sekelilingnya. Penduduk
di sekitarnya sangat jarang seperti di daerah pegunungan. Dulu di Kp. Pasir Jati
aliran listriknya belum ada dan masih menggunakan patromak. Televisi ada, tetapi sangat jarang
sekali, mungkin daerah tersebut hanya mempunyai beberapa televisi dan
televisinya pun hitam putih. Jika ingin menonton televisi, warga pasti
mengunjungi tetangganya yang mempunyai televisi dan menonton secara ramai.Warga
zaman dulu hidup dengan serba kekurangan, tetapi mereka terus berusaha dan
bersyukur. Jika ingin memasak bahan bakarnya menggunakan kayu bakar dan
makannya pun seadanya dari hasil pertanian. Keadaan rumahnya pun masih rumah
panggung. Zaman dulu kebanyakan warga menjodohkan anaknya, dan nikah diusia
dini. Karena orang tua zaman dulu itu pemikirannya pendek, yang penting baligh
menjalankan hubungannya.
Dulu warganya
bermatapencaharian sebagai petani dan
memanfaatkan hasil kayu jati (bikin arang) karena zaman dulu itu pendidikannya
masih belum terfasilitasi sehingga kebanyakan warga berpendidikan rendah dan
mata pencaharian sekarang sudah bermacam-macam seperti, kerajinan, perindustrian,
perdagangan, jasa,
karena zaman sekarang pendidikan sudah tinggi, warganya kebanyakan mampu dan
fasilitasnya terpenuhi.
Budaya didaerah
Kp. Pasir Jati itu benjang gulat,
karena benjang memang adat istiadat dan budaya di ujungberung. Benjang
merupakan salah satu kebudayaan di Ujungberung.
Seni benjang dari dulu sampai sekarang masih di pertahankan oleh warga
ujungberung hingga saat ini. Benjang
yaitu jenis kesenian tradisional tata sunda yang berkembang di sekitar
kecamatan Ujungberung.
Biasanya benjang dimainkan ketika ada yang khitanan dan di iringi sebagai hiburan. Dulu sampai sekarang masih
dipertahankan seperti upacara adat. Tetapi alurnya sedikit demi sedikit hilang, karena
terpengaruh oleh zaman.
Perkembangan Kp.
Pasir Jati sangat pesat, dulu
rumahnya masih jarang,
sehingga bisa di hitung, sedangkan sekarang sangat padat hingga susah untuk dihitung. Aktivitas warganya pun sangat aktif dan
saling gotong royong. Sifat warganya
baik, saling
kerja sama, dan
saling membantu.
Dulu rumah warga di Kp. Pasir Jati jarak antara satu
rumah ke rumah lain masih jauh, tetapi sekarang keadaan rumah warganya sangat
padat. Yang dulunya sawah, pohon jati sekarang
sudah di isi dengan bangunan.
Dulu
warganya masih belum kuat dengan agama.
Contohnya, warga dulu sudah tau adanya islam
tapi kepercayaanya belum kuat sampai mereka masih menyimpan benda pusaka
seperti keris, membakar menyan dan lain-lain, sedangkan sekarang kepercayaan
mereka lebih kuat mereka sudah yakin dengan adanya islam tetapi mereka masih
malas untuk mengamalkannya atau
menjalankannya. Karena zaman dulu itu mesjidnya masih
langka, kebanyakan hutan, listrik pun sulit. Kondisi airnya sangat jernih,
sehingga bisa di sebut sebagai sumber air.
.
Nama
narasumber : Bapak Ateng
Tanggal lahir : Bandung, Agustus 1959
Usia : 58 tahun.
Pekerjaan : Sebagai buruh
Pewawancara:
·
Tri Prihantika Anugrahani
·
Siti Astini
·
Agus Mulyana
·
Fikri Muhamad Firdaus


Komentar
Posting Komentar